Kiat Memperbesar Peluang Jadi Siswa di Sekolah Pilot

jadi-siswa-di-sekolah-pilotSekolah pilot memang membuka pendaftaran setiap saat, tapi ada batasan kadet untuk tiap batch. Semakin mengulur waktu pendaftaran memungkinkan Anda masuk pada batch berikutnya. Lebih dari sekedar memperlambat kelulusan, hal ini akan menambah pengeluaran karena umumnya akan ada kenaikan biaya tiap batch-nya. Makanya, daftar di top sekolah penerbang di Indonesia atau luar negeri sesegera mungkin. Kendatipun begitu, Anda pun harus tetap memastikan telah memiliki peluang besar diterima jadi siswa sekolah pilot agar biaya pendaftaran sekitar 10 jutaan tidak terbuang sia-sia. Berikut kiat-kiatnya:

Pelajari bahasa Inggris dengan sungguh-sungguh

Setiap calon siswa harus piawai membaca, menulis, mendengarkan, bahkan berkomunikasi dengan menggunakan bahasa Inggris. Pasalnya, bahasa pengantar di sekolah pilot akan menggunakan bahasa Inggris khususnya jika instruktur sekolah pilot berkewarganegaraan asing. Buku pengantar penerbangan pun menggunakan bahasa Inggris karena rata-rata terbitan luar. Ketika menjadi pilot, bahasa Inggris adalah bahasa yang wajib dipakai ketika berkomunikasi dengan pihak ATC.

Tak heran jika setiap sekolah pilot mensyaratkan bahwa calon pilot memiliki score TOEFL minimal 400. Jika merasa kemampuan bahasa Inggris Anda masih pas-pasan atau di bawah 400, pelajari bahasa Inggris dengan sungguh-sungguh agar menjadi piawai. Buku, e-book, atau video di internet bisa dijadikan pedoman untuk belajar. Bila perlu, ikuti les yang diadakan oleh profesional.

Terapkan pola hidup yang sehat dengan disiplin

Setiap calon siswa sekolah pilot akan mengikuti tes kesehatan di Hatpen. Dalam tes kesehatan ini, calon siswa akan mengikuti cek darah, tes audiometri, cek mata, cek gigi, ECG, rontgen, dsb. Bukan hanya diperuntukkan bagi calon siswa saja, melainkan juga petugas dalam dunia penerbangan penting ikuti medical checkup untuk pilot, pramugari, teknisi, dll setiap enam bulan sekali. Agar bisa lolos melewati tes medex ini, Anda kudu menerapkan pola hidup sehat dengan disiplin. Misalnya:

  • Perbanyak konsumsi makanan berserat seperti sayur-sayuran, buah-buahan, kacang-kacangan, dll untuk menghindari penyakit kolesterol tinggi.
  • Waspadai kebisingan (bisa pakai penutup telinga) & periksa telinga secara teratur untuk mencegah gangguan pendengaran.
  • Jaga jarak pandang dengan layar komputer (minimal 45 cm), jangan membaca di tempat yang redup, & perbanyak konsumsi makanan yang mengandung vitamin A (wortel, buah naga, paprika, dsb) untuk mencegah mata rabun.
  • Gosok gigi teratur & hindari makanan asam agar gigi tidak mudah rusak & keropos.
  • Olahraga teratur untuk membuat jantung lebih sehat. Olahraga seperti vertical hanging, berenang, atau basket juga bermanfaat untuk menambah tinggi badan yang menjadi salah satu syarat menjadi siswa di sekolah penerbangan (wanita minimal 165 cm & 170 cm untuk pria).
  • Hindari rokok agar tidak memiliki masalah pada paru-paru.

Sebagai catatan, Anda tidak lagi memiliki peluang ketika mengidap penyakit jantung, epilepsy, dan buta warna. Sebab, ketiga penyakit ini bisa dibilang cukup sulit disembuhkan.

Miliki kemampuan akademik yang baik

Selain tes kesehatan & bahasa Inggris, sebagian besar sekolah pilot umumnya mengadakan tes akademik untuk pelajaran matematika & fisika. Pasalnya, dunia penerbangan sangat berkaitan erat dengan kedua pelajaran ini yakni perhitungan, ketelitian, tekanan, suhu, dsb. Apakah cukup terlatih mengerjakan soal matematika & fisika? Tenang, soal yang diberikan biasanya yang umum saja. Namun, jika Anda tidak bisa menjawabnya akan fatal. Oleh sebab itu, persiapkan kemampuan akademik Anda dahulu sebelum mendaftar di sekolah penerbangan.

Yuk, Ikuti Prosedur Pendaftaran Sekolah Pilot dengan Tepat!

Prosedur Pendaftaran Sekolah PilotBukan rahasia lagi kalau biaya pendidikan di sekolah pilot sangat mahal, kisarannya yakni 600 jutaan. Jumlah tersebut umumnya belum termasuk biaya pendaftaran dan sejumlah tes yang besarnya sekitar 10 jutaan. Ada sekolah pilot yang juga menawarkan biaya ujian lebih kurang 3 jutaan. Atas dasar inilah sebagian orang harus mengubur dalam-dalam impian untuk menjadi seorang pilot. Sejujurnya, mahalnya biaya pendidikan di sekolah pilot bisa dicicil. Rata-rata sekolah pilot menerapkan sistem pembayaran cicilan.

Untuk berapa kali cicilan yang ditawarkan setiap sekolah berbeda, ada yang 3x, 4x, 6x, 8x, dst. Cicilan ini biasanya wajib dilunasi sebelum masa pendidikan selesai. Untuk itu, jangan kubur impian kamu ya 🙂 Jauh lebih baik jika kamu lakukan perencanaan keuangan sedini mungkin untuk menyiasati mahalnya biaya pendidikan sekolah pilot. Meski usia kamu tidak muda lagi (maksimal 35 tahun) setelah uang cukup, kamu masih bisa masuk sekolah pilot. By the way, ketika akan melakukan pendaftaran ke sekolah pilot, ikuti prosedur yang tepat seperti berikut:

Ikuti roadshow atau konsultasi dengan konsultan sekolah pilot

Untuk pertama kalinya, disarankan untuk mengikuti roadshow atau konsultasi langsung dengan konsultan sekolah pilot. Apa pentingnya? Terutama kamu yang masih sangat minim informasi tentang sekolah pilot, mengikuti roadshow/konsultasi sangat menguntungkan untuk menambah informasi tentang sekolah pilot yang bakal dituju sekaligus mendapatkan rekomendasi sekolah pilot terbaik dari berbagai sisi entah sisi fasilitas, layanan, ataupun biayanya.

Apakah sekolah pilot tujuan punya bandara tempat latihan terbang sendiri, pesawat latih yang memadai, simulator yang canggih, punya program MER yang bakal mempermudah masuk ke dunia kerja, atau informasi lainnya? Kalau sekolah pilot tujuan justru memiliki banyak kelemahan, kamu bisa pilih sekolah pilot lainnya & minta rekomendasi dari konsultan sekolah pilot. Sekolah pilot dalam atau luar negeri yang terbaik (gratis biaya pendaftaran, rata-rata lulusannya telah bekerja, punya banyak pesawat latih, dan keunggulan lainnya).

Lengkapi dokumen yang disyaratkan

Setelah menemukan sekolah pilot yang tepat, langkah selanjutnya adalah mengisi formulir sekolah pilot yang bakal dituju. Kemudian, kamu wajib melengkapi dokumen yang disyaratkan. Secara umum, dokumen yang disyaratkan oleh pihak sekolah pilot sebagai berikut:

  • Fotokopi identitas diri (KTP, paspor, akta kelahiran, dan KK)
  • Fotokopi ijazah terakhir
  • SKCK atau Surat Keterangan Catatan Kepolisian
  • Pasfoto berwarna yang terbaru ukuran 2×3, 3×4, dan 4×6 masing-masing 3 lembar (untuk 3×4 sejumlah 5 lembar)

Untuk sekolah pilot luar negeri, kamu harus menyiapkan visa agar bisa menjadi pelajar di Amerika, Australia, New Zaeland, atau negara lainnya. Ketahuilah, pengurusan visa sendiri cukup lama sekitar 2 bulan. Untuk itu, urus jauh-jauh hari sebelum mendaftar ya 😀

Ikuti beberapa tes

Ada beberapa tes yang harus diikuti sebelum masuk sekolah pilot. Biaya tes ini biasanya sudah termasuk dalam biaya pendaftaran. Berikut beberapa tes yang harus diikuti:

  • Tes medical examination di Hatpen (Balai Kesehatan Penerbang), Jakarta Pusat. Beragam tes kesehatan yang dilakukan seperti tes audiometri untuk megnetahui kondisi pendengaran, cek gigi untuk mengecek gigi berlubang atau tidak, rontgen untuk mengetahui penyakit pada paru-paru, ECG untuk mengecek kondisi jantung, dsb.
  • Tes bahasa Inggris atau TOEFL. Masing-masing sekolah umumnya memiliki standar yang berbeda untuk hasil tes TOEFL sendiri ada yang minimal 400, 550, dan ada juga yang 600. Kalau masih lemah dalam bahasa Inggris, jangan pernah menyerah untuk belajar.
  • Tes psikotes. Untuk tes psikotes sendiri umumnya diadakan di Lakespra (Lembaga Kesehatan Penerbangan dan Ruang Angkasa).
  • Tes akademik. Pelajaran yang diujikan umumnya matematika & fisika dasar. Beberapa sekolah ada yang tidak memberikan tes ini.